{"id":690,"date":"2010-04-21T04:04:00","date_gmt":"2010-04-21T03:04:00","guid":{"rendered":"http:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/2010\/04\/21\/bola-kombinasi-warna-vs-bola-putih-polos-dalam-permainan-bolavoli\/"},"modified":"2010-04-21T04:04:00","modified_gmt":"2010-04-21T03:04:00","slug":"bola-kombinasi-warna-vs-bola-putih-polos-dalam-permainan-bolavoli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/2010\/04\/21\/bola-kombinasi-warna-vs-bola-putih-polos-dalam-permainan-bolavoli\/","title":{"rendered":"Bola Kombinasi Warna Vs Bola putih Polos Dalam Permainan Bolavoli"},"content":{"rendered":"<div style=\"color: black; text-align: justify;\">Dari sebuah aktivitas excul ada pertanyaan&nbsp; seorang siswa kenapa bolanya yang satu putih dan yang lain berwarna?.&nbsp; Tentang perbedaan pemakaian bola berwarna  putih polos dengan bola kombinasi warna. juga pernah ada pertanyaan berkisar pada, apakah bola satu warna (polos) masih  dapat dipergunakan?, dan apakah perbedaan menggunakan bola polos dengan  bola kombinasi warna? <\/div>\n<div style=\"color: black; text-align: justify;\">Sesuai dengan peraturan permainan FIVB no 3.1. bola yang dipergunakan  dalam permainan bolavoli dapat menggunakan satu warna dan terang serta  dapat menggunakan kombinasi warna. Akan tetapi pada pertandingan resmi  yang diselenggarakan oleh FIVB bola harus terbuat dari kulit sintetis  dan menggunakan kombinasi warna. Atas dasar itulah maka dalam  pertandingan-pertandingan resmi yang diselenggarakan oleh FIVB, maupun  pertandingan-pertandingan yang digelar oleh PP PBVSI seperti yang  terlihat pada siaran-siaran televisi Proliga 2003 sampai sekarang&nbsp; bola yang dipergunakan sudah menggunakan  bola  dengan kombinasi warna. <br \/>Sebenarnya telah terjadi beberapa kali perubahan penggunaan bola dalam  permainan bolavoli yang didasarkan pada kemajuan sains dan teknologi yang  diterapkan dalam bidang olahraga. Ketentuan adanya perubahan tersebut  biasanya akan dicantumkan pada peraturan permainan yang berkaitan erat  dengan pemakaian alat dan fasilitas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan  kualitas teknik dan taktik yang pada akhirnya akan meningkatkan  kualitas permainan secara keseluruhan. Adapun&nbsp;  perubahan-perubahan yang berkaitan dengan penggunaan bola&nbsp; adalah : <\/p>\n<ol>\n<li>Perubahan tekanan bola dari  0,40 \u2013 0,45 kg\/cm\u00b2   menjadi 0,30 \u2013  0,325 kg\/cm\u00b2.Perubahan tekanan ini dilakukan sebagai usaha untuk mengurangi  tingginya koefisien elastisitas bola. Dengan koefisien elastisitas yang lebih rendah dapat  membantu pemain bertahan untuk dapat meredam kerasnya bola yang dipukul  oleh spiker lawan. Perlu diketahui bahwa besar kecepatan bola yang dipukul oleh spiker pada  saat ini dapat mencapai lebih dari 30m\/det, hal ini dapat terjadi karena  kemampuan kualitas biomotor (otot) atlet menjadi semakin baik sebagai akibat dari semakin meningkatnya kualitas latihan.<\/li>\n<li>Penggunaan bola warna untuk pertandingan-pertandingan resmi.    Telah disinggung di depan bahwa, seiring dengan meningkatnya kualitas  fisik, meningkat pula kemampuan pemain dalam memainkan bola. Dengan  kemampuan kualitas biomotor yang baik, para pemain mampu melakukan  serangan dari dekat net maupun dari belakang garis serang dengan  kualitas yang sama baiknya. Demikian pula besar kecepatan bola hasil  pukulan menjadi sangat tinggi serta putaran bola menjadi sangat cepat.  Putaran bola hasil pukulan tidak hanya selalu ke depan (top spin)  melainkan dapat ke samping (side spin) baik ke kanan maupun ke kiri.  Untuk itu diperlukan konsentrasi dan kecermatan pemain bertahan  menggunakan  teknik yang tepat untuk mengantisipasi datangnya bola dengan putaran yang sangat  bervariasi. Sehingga pemain mampu mengarahkan bola sesuai dengan sasaran atau target  yang ditetapkan. Dengan bola satu warna (polos), faktor kesulitan akan  menjadi lebih tinggi bagi pemain bertahan karena pemain tidak dapat  melihat dengan tepat ke arah mana bola pukulan lawan itu  berputar,  sehingga pemain tidak dapat menempatkan posisi badannya dengan tepat dan  akhirnya arah pantulan bola tidak akan tertuju pada target yang telah  ditetapkan. Oleh karena itu, penggunaan bolavoli warna akan dapat membantu  meningkatkan kualitas teknik atlet dengan cara, atlet akan dapat segera menyesuaikan  sikap awal tubuhnya terhadap lintasan dan arah putaran bola yang menuju kepadanya.  Dengan mengetahui arah putaran bola, atlet akan dengan mudah mengatur posisi  lengan yang berfungsi sebagai papan pantul yang disesuaikan dengan kondisi yang  dihadapinya. Dari perubahan tersebut memperlihatkan bahwa sampai saat ini efektivitas  serangan dalam permainan bolavoli masih lebih dominan dari pada pertahanan. Untuk  itu agar terdapat perimbangan dari ke duanya diperlukan adanya  kajian-kajian yang dapat meningkatkan efektivitas pertahanan sehingga  permainan akan menjadi lebih menarik.&nbsp;<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sebenarnya selain perbedaan warna dan perubahan&nbsp; tekanan kalau kita belajar tentang sejarah penggunaan bola&nbsp; terjadi perubahan juga yang berkaitan dengan bentuk dan jumlah kulit bola. Hal ini terjadi dikarenakan hal-hal yang telah disebutkan diatas dari kajian sport science dan teknologi. Berikut contoh perubahan bola voli yang digunakan sampai sekarang.<\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"320\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/_tXMvCCHwdKw\/S85oolTob7I\/AAAAAAAAAgE\/lTBMhMU9084\/s320\/old.jpg\" width=\"257\" \/ class=\"ml-lightbox-enabled\">&nbsp;<\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">12 kulit polos <\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"198\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/_tXMvCCHwdKw\/S85nLD0KteI\/AAAAAAAAAfs\/GCL7YQuJSlE\/s200\/bola+putih.jpg\" width=\"200\" \/ class=\"ml-lightbox-enabled\"><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">18 kulit putih polos <\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"200\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/_tXMvCCHwdKw\/S85nOm2fOeI\/AAAAAAAAAf0\/fkqnoo0icGs\/s200\/bolavoli+warna.jpg\" width=\"200\" \/ class=\"ml-lightbox-enabled\"><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">18 kulit bola kombinasi warna&nbsp;<\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">&nbsp;<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"178\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/_tXMvCCHwdKw\/S9D1KfpZefI\/AAAAAAAAAhU\/Kg6tx2QofSA\/s200\/Volley+ball.jpg\" width=\"200\" \/ class=\"ml-lightbox-enabled\"><\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">Bola kombinasi warnaterbaru <\/div>\n<p><\/div>\n<div style=\"color: black; text-align: justify;\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari sebuah aktivitas excul ada pertanyaan&nbsp; seorang siswa kenapa bolanya yang satu putih dan yang lain berwarna?.&nbsp; Tentang perbedaan pemakaian bola berwarna putih polos dengan bola kombinasi warna. juga pernah ada pertanyaan berkisar pada, apakah bola satu warna (polos) masih dapat dipergunakan?, dan apakah perbedaan menggunakan bola polos dengan bola kombinasi warna? Sesuai dengan peraturan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-690","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorised"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/690","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=690"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/690\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=690"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=690"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=690"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}