{"id":687,"date":"2010-04-28T06:58:00","date_gmt":"2010-04-28T05:58:00","guid":{"rendered":"http:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/2010\/04\/28\/volleyball-predominan-sytem-energy\/"},"modified":"2010-04-28T06:58:00","modified_gmt":"2010-04-28T05:58:00","slug":"volleyball-predominan-sytem-energy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/2010\/04\/28\/volleyball-predominan-sytem-energy\/","title":{"rendered":"Volleyball Predominan Sytem Energy"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menurut Bompa (2000:&nbsp; usia pembinaan olahraga bolavoli dikatakan  bahwa \u201cage to begin practicing the sport for volleyball is 10-12 year,  age to start specialization for volleyball 15-16 year and age to reach  high performance 22-26 year. Dalam memberikan latihan sebagai pelatih  harus mengetahui tingkatan dan karakteristik anak latih karena kemampuan  biomotorik akan berbeda sesuai tingkatan umur, sehingga metode yang  diberikan  berhasil dan dirasakan efektifitasnya. Seorang pelatih  diharapkan bisa meramu suatu bentuk latihan untuk membantu pencapaian  prestasi atlet yang optimal, disinilah dunia kepelatihan dikatakan suatu  seni.<br \/>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bolavoli merupakan olahraga permainan beregu yang merupakan olahraga   non siklus (acyclic) yaitu gerak yang dilakukan secara terputus-putus.  Beban yang diberikan untuk  latihan power untuk olahraga acyclic antara  50-80% dilakukan dengan gerakan yang cepat, dan interval yang diberikan  3-5 menit dan recovery penuh (Complete Recovery) (Bompa, 1999: 355).  Olahraga bolavoli merupakan jenis olahraga terbuka, yaitu gerakan  dilakukan pada kondisi lingkungan dan objek berubah atau bergerak atau  dengan kata lain objek belum diketahui arahnya. Dalam olahraga bolavoli  irama gerak memerlukan eksplosive power dari otot baik ektremitas atas  maupun  bawah.<br \/>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Gerakan-gerakan dalam permainan bolavoli sangat anaerobik, dengan rata-  rata rally berlangsung 7-9 detik. Setting, spiking, jumping, dan  blocking semuanya adalah gerakan anaerobic power (Bertucci, 1982:193;   Stone&amp; Kroll. 1991: 161). Para pemain juga dituntut selalu bergerak  sepanjang satu rally. Bola tidak dimainkan (ball out-of-play) kurang  dari 20 detik, bola dimainkan rata-rata 7 menit selama satu set. Bola  tidak dimainkan rata-rata 17 menit dalam rata-rata satu set (24 menit).   Para pemain juga dituntut selalu bergerak sepanjang satu rally. Karena  dalam satu pertandingan butuh tiga kali kemenangan, apalagi  pada  pertandingan yang kompetitif yang berjalan sampai lima set dan   berlangsung sampai beberapa jam akan menuntut adanya ketahanan aerobik.  Permainan bolavoli predominan  (56 percent) merupakan otot cepat (fast  twitch fibers) akan tetapi dibutuhkan kapasitas aerobik (aerobic  capacity) yang tinggi (56 ml\/kg) Colle dalam  (Stone&amp; Kroll. 1991:  161).<br \/>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Permainan bolavoli membutuhkan power tungkai yang besar untuk melakukan  loncatan dan juga mampu untuk terus bermain pada level tinggi selama  beberapa jam. Para pemain yang aktif harus melompat vertikal rata-rata  sekali dalam 43 detik, kadang-kadang meloncat 2 sampai 3 kali secara  beruntun. Hal ini membutuhkan ketahanan otot lokal yang tinggi dan dasar  latihan aerobik yang bagus. Pertandingan bisa berlangsung 1 jam (SMP)  sampai 2 \u00bd jam (level profesional) (Stone &amp; Kroll. 1991: 161).<br \/>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menurut (Wienarto: 27) permainan bolavoli waktu yang diperlulan dalam  satu pertandingan tingkat dunia maupun tingkat asia kurang lebih hanya 1  \u00bd jam. Hal ini tentu sangat mempengaruhi latihan-latihan fisik yang  akan di terapkan. Sebagai contoh VO2 Max saat ini cukup dengan 45 s\/d 50  ml\/kg, tidak seperti dahulu 55 s\/d 60 ml\/kg. Dengan adanya  peraturan-peraturan yang dinamis dalam jangka yang lebih pendek,  tentunya anaerobik perlu ditingkatkan dan yang perlu diketahui dengan  adanya pola permainan power saat ini akan lebih dipentingkan strengh  dari otot. Latihan kekuatan sangat penting untuk persiapan olahraga  bolavoli karena untuk perkembangan ketrampilan (skill) yang cepat,  olahraga bolavoli menuntut kekuatan kaki untuk melompat, tangan dan bahu  untuk melakukan smash. Kebutuhan akan ketahanan otot kaki sangat  penting. Melompat secara berulang-ulang yang terjadi dalam suatu  pertandingan tidak hanya memerlukan kekuatan kaki dari seorang pemain  tetapi juga ketahanan kaki. Bertucci (1982:193) membagi otot yang  penting dalam permainan bolvoli dalam empat segmen (1) Legs: buttock,  quadriceps, hamstrings, calves; (2) Torso: pectoral (chesht), deltoids  (shoulders), latissimus dorsi (upper back), lower back muscles,  trapezius; (3) Arm: biceps, triceps, foerarms; (4) Abdominals:  abdominal.<br \/>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dalam permainan bolavoli energi aerobik penting sebagai landasan untuk  mengembangkan sistem energi anaerob baik laktik maupun alaktik. Akan  tetapi dalam pengembangan sistem energi waktu untuk proses latihan  berbeda-beda. Untuk itu perlu disesuaikan dengan tahap periodesasi yang  sedang dijalani, karena prioritas setiap periode berbeda-beda untuk  setiap tujuan latihan sistem energi.<br \/>Predominan sistem energi yang digunakan   berkaitan  dengan pemilihan  metode latihan. Dengan mengetahui predominan sistem energi yang  digunakan pada satu cabang olahraga, dapat sebagai dasar pertimbangan  dalam memilih dan menentukan metode peningkatanya. Menurut Pyke (1991:  46) persentase energi predominan pada cabang olahraga bolavoli apabila  dilihat dari persentase penggunaan phosphate, lactic dan aerobic yaitu  phosphate 45%, lactic 15%, dan aerobic 40%. Sedang menurut Bompa (1994:  28) persentase penggunaan energi dilihat dari penggunaan ATP, PC, LA dan  O2 persentasenya yaitu: ATP-PC-LA 40%, LA-O2 10% dan O2 50 %. Sedang  perkiraan predominan energi berdasarkan energi yang digunakan untuk  gerak teknik cabang olahraga bolavoli, bukan lamanya waktu pertandingan  berlangsung menurut Fox, Bower&amp; Foss (1993: 290) persentase energi  predominan pada cabang olahraga dilihat dari penggunaan energi ATP, PC,  LA dan O2  presentasenya yaitu: ATP-PC-LA 80%, LA-O2 5% dan O2 15 %.<br \/>Selain komponen sistem energi predominan, juga diperlukan kemampuan  komponen biomotor sebagai pendukungnya. Biomotor adalah terjadinya gerak  pada manusia yang dipengaruhi oleh sistem lain yang ada dalam dirinya.  Predominan komponen biomotor pada cabang olahraga bolavoli yang dikutip dari&nbsp; (Pate, Rotelle, McClnaghan,1984: 284) sebagai berikut: <\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kekuatan otot menunjukan angka 1<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Daya tahan otot menunjukan angka 2<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Anaerobic Power menunjukan angka 1<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ketahanan  Cardiorespirasi menunjukan angka 2<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kelentukan menunjukan angka 2<\/div>\n<p>ket: Angka (1) artinya sangat penting (2) penting dan  (3) kurang penting.<\/p>\n<div> <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bila dilihat dari predominan sitem energi yang digunakan dalam  permainan bolavoli sistem energi yang dominan yaitu sistem energi  anaerobik alaktik yaitu bila dilihat dari penggunaan ATP-PC-LA dan O2.  Dengan mengetahui predominan sistem energi untuk permainan bolavoli maka  sebagai pelatih merencanakan program latihan yang disesuaikan dengan  cabang olahraga bolavoli pada periodesasi tertentu. Latihan komponen  biomotorik kekuatan, ketahanan, power, dan kardiorespirasi ditekankan  pada periode tertentu bebeda dengan latihan fleksibilitas yang tidak  ditekankan pada periode tertentu, maka latihan fleksibilitas akan tetap  berlangsung selama setahun.<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menurut Bompa (2000:&nbsp; usia pembinaan olahraga bolavoli dikatakan bahwa \u201cage to begin practicing the sport for volleyball is 10-12 year, age to start specialization for volleyball 15-16 year and age to reach high performance 22-26 year. Dalam memberikan latihan sebagai pelatih harus mengetahui tingkatan dan karakteristik anak latih karena kemampuan biomotorik akan berbeda sesuai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-687","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorised"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/687","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=687"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/687\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikanjasmani.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}